Bagaimana Wahabi Salafi dalam Pandangan Hadhrotus Syaikh KH Hasyim Asyari rohimahulloh ?

HADROTUSSYAIKH KH HASYIM ASY'ARI BICARA TENTANG WAHABI

Pada masa hidup KH Hasyim Asyari di Indonesia ternyata sudah mulai merebak kabar buruk tentang sekte Wahabi yang sekarang lebih suka menyebut diri sebagai Salafi. Di sini jika kami menyebut Wahabi salafi maka maksudnya sama dengan Salafi Wahabi.

Walaupun dalam penjelasan di kitabnya , KH Hasyim Asyari tidak menyebut langsung Wahabi atau Salafi tetapi yang dimaksud oleh KH Hasyim Asyari adalah Wahabi atau Salafi di zaman sekarang.

بسم ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ، ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺳﻴﺪ ﺍﻷﻭﻟﻴﻦ ﻭﺍﻵﺧﺮﻳﻦ، ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﺍﻫﺘﺪﻯ ﺑﻬﺪﻳﻪ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ .

Membaca beberapa artikel yang diposting di beberapa situs milik Wahabi Salafi yang mencatut nama Hadlrotus Syaikh KH Hasyim Asyari khususnya menyangkut peringatan beliau bagi para pelaku kemungkaran dalam acara Maulid Nabi, kami terpanggil untuk menjelaskan maksud yang sebenarnya. Sejatinya peringatan beliau tersebut bertujuan guna menghilangkan atau setidaknya
meminimalisir kemungkaran yang terjadi dalam peringatan Maulid Nabi. Namun oleh para Ustadz yang tidak memahami permasalahan, peringatan-peringatan dari KH Hasyim Asyari tersebut telah dibelokkan untuk melarang atau memerangi acara Peringatan Maulid Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam.

Berikut sikap dan pandangan Hadlrotus Syaikh KH Hasyim Asyari tentang WAHABI SALAFI yang tertuang dalam kitab beliau “RISALAH AHLIS SUNNAH WALJAMA’AH”

ﻭﻣﻨﻬﻢ ﻓﺮﻗﺔ ﻳﺘﺒﻌﻮﻥ ﺭﺃﻱ ﻣﺤﻤﺪ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺷﻴﺪ ﺭﺿﺎ , ﻭﻳﺄﺧﺬﻭﻥ ﺑﺪﻋﺔﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﺍﻟﻨﺠﺪﻯ , ﻭ ﺍﺣﻤﺪ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻭﺗﻠﻤﺬﻳﻪ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﻭﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻬﺎﺩﻯ , ﻓﺤﺮﻣﻮﺍ ﻣﺎ ﺍﺟﻤﻊ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﻧﺬﺑﻪ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺴﻔﺮﻟﺰﻳﺎﺭﺓ ﻗﺒﺮ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ, ﻭﺧﺎﻟﻔﻮﻫﻢ ﻓﻴﻤﺎ ﺫﻛﺮﻭﻏﻴﺮﻩ , ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻳﻪ : ﻭﺍﺫﺍ ﺳﺎﻓﺮ ﻻﻋﺘﻘﺎﺩﻩ ﺍﻧﻬﺎ ﺍﻱ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﻗﺒﺮ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻃﺎﻋﺔ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﺤﺮﻣﺎ ﺑﺈﺟﻤﺎﻉ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ , ﻓﺼﺎﺭ ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﻣﻦ ﺍﻻﻣﺮ ﺍﻟﻤﻘﻄﻮﻉ ﺑﻪ .

Dan diantara golongan-golongan tersebut adalah kelompok yang mengikuti pemikiran Muhammad ‘Abduh dan Rasyid Ridho, mereka juga mengambil Bid’ahnya Muhammad Bin Abdil Wahab An
Najdi, Ahmad Ibnu Taimiyyah dan dua orang muridnya yakni Ibnul Qoyyim dan Ibnu Abdil Hadi. Mereka mengharamkan apa yang telah disepakati Ummat Islam sebagai kesunnahan yakni
bepergian untuk berziyarah ke makam Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, mereka menyelisihi ummat Islam dalam hal tersebut juga hal-hal yang lain.

Ibnu Taimiyyah berkata dalam Fatwanya : “Jika seseorang bepergian karena meyakini bahwa Ziyarah ke makam Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam adalah bentuk ketaatan (Ibadah) maka hal tersebut diharamkan berdasarkan kesepakatan Ummat Islam , maka jadilah hukum haram sebagai hukum (perkara) yang pasti.”

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﺨﻴﺖ ﺍﻟﺤﻨﻔﻲ ﺍﻟﻤﻄﻴﻌﻲ ﻓﻲ ﺭﺳﺎﻟﺘﻪ ﺍﻟﻤﺴﻤﺎﺓ ” ﺗﻄﻬﻴﺮ ﺍﻟﻔﺆﺍﺩ ﻣﻦ ﺩﻧﺲ ﺍﻻﻋﺘﻘﺎﺩ ” : ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﻔﺮﻳﻖ ﻗﺪ ﺍﺑﺘﻠﻲ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﺑﻜﺜﻴﺮ ﻣﻨﻬﻢ ﺳﻠﻔﺎ ﻭﺧﻠﻔﺎ, ﻓﻜﺎﻧﻮﺍ ﻭﺻﻤﺔ ﻭﺛﻠﻤﺔ ﻓﻰﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﻋﻀﻮﺍ ﻓﺎﺳﺪﺍ ﻳﺠﺐ ﻗﻄﻌﻪ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﻌﺪﻯ ﺍﻟﺒﺎﻗﻰ, ﻓﻬﻮﻛﺎﻟﻤﺤﺬﻭﻡ ﻳﺠﺐ ﺍﻟﻔﺮﺍﺭ ﻣﻨﻪ ,

Al ‘Allamah As Syaikh Bakhit Al Hanafi Al Muthi’iy berkata dalam risalahnya yang bertajuk “That-hirul Fuad Min Danasil I’tiqod” (Membersihkan Hati Dari Keyakinan/Aqidah Kotor) : “Sungguh Ummat Islam baik salaf maupun kholaf telah diuji/mendapat mushibah dengan adanya sebagian besar kelompok
ini. Mereka ( wahabi / salafi ) bagaikan cacat dan pecahan dalam tubuh ummat Islam . Mereka bagaikan anggota tubuh yang rusak (sakit) dan wajib untuk diamputasi agar tidak menular kepada yang lain. Kelompok ini bagaikan orang yang terkena lepra yang wajib dihindari….

ﻓﺎﻧﻬﻢ ﻓﺮﻳﻖ ﻳﻠﻌﺒﻮﻥ ﺑﺪﻳﻨﻬﻢ , ﻳﺬﻣّﻮﻥ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺳﻠﻔﺎ ﻭﺧﻠﻔﺎ, ﻭﻳﻘﻮﻟﻮﻥ : “ﺃﻧﻬﻢ ﻏﻴﺮ ﻣﻌﺼﻮﻣﻴﻦ ﻓﻼ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺗﻘﻠﻴﺪﻫﻢ , ﻻ ﻓﺮﻕ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺑﻴﻦ ﺍﻻﺣﻴﺎﺀﻭﺍﻻﻣﻮﺍﺕ .” ﻭﻳﻄﻌﻨﻮﻥ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻳﻠﻘﻮﻥ ﺍﻟﺸﺒﻬﺎﺕ, ﻭ ﻳﺬﺭﻭﻧﻬﺎ ﻓﻲ ﻋﻴﻮﻥ ﺑﺼﺎﺋﺮ ﺍﻟﻀﻌﻔﺎﺀ , ﻟﺘﻌﻤﻲ ﺍﺑﺼﺎﺭﻫﻢ ﻋﻦ ﻋﻴﻮﺏ ﻫﺆﻻﺀ , ﻳﻘﺼﺪﻭﻥ ﺑﺬﻟﻚ ﺍﻟﻘﺎﺀ ﺍﻟﻌﺪﺍﻭﺓ ﻭ ﺍﻟﺒﻐﻀﺎﺀ ﺑﺤﻠﻮﻟﻬﻢ ﺍﻟﺠﻮّ, ﻭﻳﺴﻌﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻻﺭﺽ ﻓﺴﺎﺩﺍ …

Sungguh mereka adalah kelompok yang mempermainkan agama , mereka mencela para ulama baik salaf maupun kholaf (dahulu dan sekarang), mereka ( SaWah) berkata : “ Sungguh mereka (para ulama ) adalah tidak ma’shum (tidak terjaga dari kesalahan), maka tidak patut mengikuti (taqlid) pada mereka, tidak ada bedanya baik para ulama ’ yang telah wafat maupun masih hidup”…. mereka ( SaWah) menyerang para ulama dan membuat syubhat-syubhat yang mereka sebarkan dimata kaum awam guna menutupi aib mereka, itu semua mereka lakukan dengan tujuan menciptakan konflik/ permusuhan dan kebencian, mereka berbuat kerusakan dimuka bumi ini…..

Selanjutnya As Syaikh Bakhit berkata :

ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﻫﻢ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ, ﻳﺰﻋﻤﻮﻥ ﺍﻧﻬﻢ ﻗﺎﺋﻤﻮﻥ ﺑﺎﻻﻣﺮﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ, ﺣﺎﺿﻮﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻭﺍﺟﺘﻨﺎﺏ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻳﺸﻬﺪ ﺍﻧﻬﻢ ﻟﻜﺎﺫﺑﻮﻥ .… ﻗﻠﺖ : ﻭﻟﻌﻞ ﻭﺟﻬﻪ ﺍﻧﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻭ ﺍﻻﻫﻮﺍﺀ .

Mereka ( Salafi / Wahabi ) mengatakan hal yang dusta terhadap Allah padahal mereka mengtahui itu, mereka mengira bahwa diri mereka sedang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, serta mendorong manusia agar mengikuti syariat dan menjahui bid’ah… dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta. Aku (As Syaikh Bakhit) katakan : Mungkin (melihat) penampilan mereka… merekalah ahli bid’ah dan ahlil hawa….

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺽ ﻋﻴﺎﺽ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﻔﺎ : ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻌﻈﻢ ﻓﺴﺎﺩﻫﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﻳﻦ, ﻭﻗﺪﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺍﻣﺮ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺑﻤﺎ ﻳﻠﻘﻮﻥ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺪﺍﻭﺓ ﺍﻟﺪﻳﻨﻴﺔﺗﺴﺮﻱ ﻟﺪﻧﻴﺎﻫﻢ, ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﻣﻼّ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﺎﺭﻯ ﻓﻲ ﺷﺮﺣﻪ : ﻭﻗﺪ ﺣﺮﻡﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺨﻤﺮ ﻭﺍﻟﻤﻴﺴﺮ ﻟﻬﺬﻩ ﺍﻟﻌﻠﺔ, ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ :ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُﺃَﻥْ ﻳُﻮﻗِﻊَ ﺑَﻴْﻨَﻜُﻢُ ﺍﻟْﻌَﺪَﺍﻭَﺓَ ﻭَﺍﻟْﺒَﻐْﻀَﺎﺀَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻴْﺴِﺮِ

Al Qodhi ‘Iyadh dalam kitabnya As Syifa berkata : “Kerusakan terbesar yang mereka lakukan adalah pada agama, dan terkadang merembet ke dalam urusan dunia akibat perseteruan agama yang mereka ciptakan bisa menjalar menjadi perseteruan dalam urusan dunia, (anda dapat membuktikannya dengan apa yang terjadi di sebagian Negara di Timur seperti Mesir, Libiya, Syiria dll).

Al ‘Allamah Mulla Ali Al Qori berkata dalam syarahnya : “Sungguh Allah telah mengharamkan khomer dan perjudian karena alasan ini (dapat menimbulkan konflik / permusuhan. red) sebagaimana yang telah Allah Firmankan : “Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu…” QS. Al Maidah: 91.

Demikian apa yang ditulis oleh Hadhrotus Syaikh KH Hasyim Asyari tentang Wahabi Salafi dalam kitab beliau “Risalah Ahlis Sunnah Wal Jama’ah” hlm : 9-10.

Semoga bermanfaat dan menjadi perhatian kita apa yang telah disampaikan oleh KH Hasyim Asyari , guna mensikapi Fenomena Wahabi Salafi .

Namun demikian kami berharap agar segenap saudara-saudaraASWAJA di samping mempertahankan Manhaj / Ajaran Ahulus Sunnah hendaknya dipertahankan pula akhlaq Ahlus Sunnah, dan tidak mudah terpancing…. Cukup kita buktikan dengan hujjah dan argument yang ilmiyah…, sebagaimana dicontohkan tulisan ilmiyyah dari KH Hasyim Asyari yang telah kami kutipkan di atas.

Share on :

0 Reply to “Bagaimana Wahabi Salafi dalam Pandangan Hadhrotus Syaikh KH Hasyim Asyari rohimahulloh ?”

Empty comment.
New comments are only allowed for registered users.