Akhlaqul Karimah Syekh Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari (Abah Guru Sekumpul)

"AKHLAKUL KARIMAH YANG DICONTOHKAN OLEH ABAH GURU SEKUMPUL KEPADA KITA - UNTUK SENANTIASA MENGHORMATI PEGURUAN ( GURU )"

Pada suatu acara haulan Alm Guru Kasyful Anwar, yang diadakan di kubah Guru kasyful Anwar berjejerlah Guru-guru Pesantren Darussalam duduk di acara tersebut menunggu-nunggu acara dilaksanakan, waktu pun berjalan dan tibalah saat yang dinanti-nantikan seseorang yang telah di tunggu dan yang akan memimpin acara haulan tersebut tiba ditempat acara tersebut, yaitu seorang yang tersohor karena budi pekertinya dan 'ilmu-'ilmunya beliau.

Tidak lain dan tidak bukan adalah Ulama kebanggaan kalimantan yaitu Syekh Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari atau yang sering kita panggil dan kita kenal yaitu Abah Guru Sekumpul.

Abah Guru pun memasuki tempat yang sudah disiapkan oleh panitia untuk memimpin acara haulan Guru kasyful anwar, Guru Kasyful adalah salah satu pemimpin Pondok Pesantren Darussalam yang telah melahirkan ribuan Ulama ahlusunnah wal jamaah yang tersebar di segala penjuru Nusantara...

Hal inipun tidak ingin di lewatkan untuk mengambil manfaat oleh orang-orang dan para Guru-guru Darussalam agar dapat mencium tangan Abah Guru Sekumpul, untuk mengambil berkat dan barokah kepada Abah Guru Sekumpul..

waktu beliau masuk, Abah Guru melihat salah satu Guru beliau yaitu Guru Salman Yusuf yang duduk disalah satu barisan Guru-guru Darussalam yang berjejer tadi, langsung Abah Guru menghampiri Guru beliau itu, dan untuk sementara, beliaupun menghiraukan sebagian Guru-guru Darussalam yang belum sempat mencium tangan Abah Guru.. ( karena Abah Guru langsung menuju ketempat Guru beliau, Guru Salman Yusuf )

Abah Guru pun langsung menghampiri dan mencium tangan Guru Salman Yusuf bolak balik sambil beliau berkata :

"Guru, ulun ( saya ) mohon ampun dan maaf, doakan ulun ( saya ) lah"

setelah itu, beliau pun duduk dan menyalami orang yang berada disekitar beliau satu per satu..

Setelah selesai acara, Abah Guru Sekumpul pun cepat-cepat keluar menuju pintu, apa yang beliau lakukan..?

Beliau diluar sibuk sedang mencarikan sendal yang dikenakan oleh Guru Salman Yusuf, Guru beliau..

Sedangkan beliaupun tidak mengenakan sendal pada saat mencarikan sendal Guru beliau..

Abah Guru bertanya kepada Guru Salman Yusuf :

"Guru, sendal pian ( anda ) yang mana?" Abah Guru bertanya.

"yang itu" kata Guru Salman Yusuf..

langsung lah Abah Guru Sekumpul mengambilkan sendalnya beliau dan merasukkannya di kedua jari kaki Guru Salman Yusuf... Dan setelah itu beliaupun bangkit dan langsung mencium bolak balik tangan Guru beliau itu, dan berkata :

"Do'akanlah Ulun ( saya )"..

Subhanallah itulah kisah ketawadhu'an seorang Ulama yang akhlak budi pekertinya seperti Rasulullah saw, beliau tidak malu dan segan atas apa yang beliau miliki dan gelar seorang Ulama besarpun tidak dihiraukan bagi beliau, karena semata-mata ingin berbakti kepada Guru beliau.

*Catatan :

kisah ini adalah kisah dari seorang Guru Darussalam, yaitu Guru Ahmad Rifani. Beliau menyaksikan sendiri kejadian tersebut..

kisah ini di ambil dari postingan salah satu grup pecinta abah Guru Sekumpul. Dan dialih bahasakan ke bahasa indonesia...

Semoga ada barokah dan 'ilmu yang kita dapatkan dari membacanya akan kita, mengenai akhlakul karimahnya Guru kita, Abah Guru Sekumpul.

Aamiin Allahumma aamiin.

Share on :

0 Reply to “Akhlaqul Karimah Syekh Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari (Abah Guru Sekumpul)”

Empty comment.
New comments are only allowed for registered users.